Waspada Bunda! Ini Gejala Virus Corona Pada Anak

Written by Celia on February 28, 2021 in LIP 3 with no comments.

Terlebih pada kondisi darurat ini, anak sebagai kelompok rentan terpapar COVID-19 perlu mendapat perhatian khusus. Kemensos berkomitmen untuk membantu anak-anak di kondisi pandemi COVID-19 melalui Program Rehabilitasi Sosial Anak . “Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita. Jadi dari seluruh anak yang meninggal itu 50 persennya balita,” imbuh dr.Aman. Karena itu, orang tua diminta mengawasi anak-anaknya untuk mencegah penularan tersebut.

Sebab itulah, kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan demi diri sendiri dan orang lain—hindari kerumunan, jaga jarak, rajin mencuci tangan, dan selalu kenakan masker di luar rumah. Ibu harus tetap waspada terhadap kesehatan si kecil dan berupaya untuk mencegah bayi terpapar COVID-19. Pasalnya, berita di awal yang menyatakan bahwa resiko bayi dan anak terhadap paparan COVID-19 tergolong kecil menyebabkan orang tua abai terhadap kesehatan si kecil terhadap virus corona. [newline]Orang tua perlu meminta bantuan tenaga medis untuk memastikan kondisi anak. Apabila ada indikasi anak yang terinfeksi dengan gejala sedang dan berat, maka orang tua perlu membawanya ke rumah sakit. Meski new normal berarti adanya pelonggaran pembatasan sosial, diam di rumah dan menjaga jarak tetap cara terbaik untuk menghindari penularan virus corona.

Anak yang masih dalam pengasuhan dekat, seperti bayi dan balita, sebaiknya diasuh oleh orang dewasa yang sehat. Rajin-rajinlah melakukan cuci tangan, etika batuk, bersin, dan berludah dengan benar, serta bersihkan juga tangan bayi atau balita dengan seksama. Gejala infeksi virus corona bisa berupa batuk dan pilek seperti penyakit selesma.

Meski dalam rumah, anak terinfeksi Covid-19 dan pengasuh atau orang tua harus tetap menggunakan masker. Dikatakan Yogi, meski World Health Organization menyarankan usia anak menggunakan masker diatas 5 tahun, IDAI menyarankan diatas 2 tahun. Jika harus memakai kamar mandi bersama dengan keluarga di rumah, maka pastikan anak yang terinfeksi Covid-19 menggunakan kamar mandi paling terakhir dan beri jarak dengan pemakai berikutnya.

Bagaimana jika anak balita terkena covid

Anak-anak dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti obesitas, asma, penyakit jantung bawaan, atau kondisi genetik, mungkin lebih berisiko mengalami Covid-19 dengan gejala yang serius. Bayi yang berusia di bawah satu tahun pun lebih berisiko terkena Covid-19 dengan gejala serius karena sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Tentu kita semua tidak ingin mengalami hal tersebut terjadi pada keluarga kita yang mungkin memiliki keluarga yang rentan dan beresiko tertularnya Covid 19. Jika kita perhatikan saat ini anak merupakan sasaran yang sangat emput oleh Covid 19 dengan jenis varian baru delta ini. Selanjutnya langkah apa saja yang harus kita lakukan agar mengurangi resiko terpaparnya covid 19 pada anak ini. Anak tetap dapat beraktivitas di luar ruangan, misalnya di halaman rumah, dengan memerhatikan protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Sehingga masih rentan bila terinfeksi, termasuk infeksi COVID-19. Bayi positif Covid-19 dianjurkan mengonsumsi suplemen vitamin C, vitamin D, dan Zinc, untuk meningkatkan sistem imun, agar lebih cepat melawan virus. “Kalau bayi biasanya di bawah satu tahun tertular dari Ibunya, karena kan kalau menyusui dilakukan dalam jarak sangat dekat,” jelas dr. Yovita. Hand sanitizer yang baik untuk mencegah penularan Covid-19 adalah mengandung alkohol minimal 70 persen, cukup melumuri permukaan tangan, dan di gunakan selama minimal 20 detik. Tidak hanya menjaga kebugaran, berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, ajaklah Si Kecil untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda peringatan darurat atau sakit parah dengan tanda dan gejala lain, bawa anak ke unit gawat darurat terdekat. Jika anak tidak sakit parah tetapi menunjukkan tanda atau gejala MIS-C lainnya, segera hubungi dokter untuk meminta nasihat. Meskipun tiga dari 2.572 anak yang termasuk dalam penelitian meninggal, CDC belum yakin bahwa COVID-19 adalah penyebab kematian. Ini menunjukkan bahwa, bahkan untuk anak-anak dengan penyakit parah, risiko kematiannya rendah.

Temuan ini menunjukkan, anak tidak rentan terhadap COVID-19 adalah salah. Asupannutrisi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Vaksin bertujuan memberikan kekebalan tubuh tanpa harus terkena penyakit. Kekebalan tubuh dapat terbangun tanpa berbagai reaksi, namum terdapat pula beberapa gejala KIPI umum, yang ringan hingga sedang, dan akan hilang dengan sendirinya dalam hitungan hari. Setelah vaksinasi, tenaga kesehatan biasanya meminta penerima vaksin menunggu sekitar 15 menit di lokasi untuk memastikan tidak ada reaksi atau KIPI yang bersifat segera.

Jumlah tersebut terdiri dari penderita aktif sebanyak 2.416 orang, pasien sembuh 9.138 orang, dan meninggal dunia sebanyak 623 jiwa. Sebelum meninggal, balita tersebut mengalami gejala COVID-19 seperti sesak napas berat dan kesadaran turun pasca-kejang-kejang, serta suhu tubuh mencapai 42 derajat Situs Judi Slot Celcius. Selain itu, ASM mengalami diare berulang dan terjadi dehidrasi berat. Maraknya berita tentang jaringan pedofilia di Facebook tentunya membuat orang tua khawatir. Lakukan beberapa hal ini untuk membentengi anak dari kejahatan seksual di dunia maya maupun di lingkungan rumah dan sekolah.

Comments are closed.