Komitmen Kemensos Bantu Anak

Written by Celia on March 1, 2021 in LIP 3 with no comments.

Jika di masa luar pandemi, bayi baru lahir perlu pemantauan intensif, kali ini sangat direkomendasikan konsultasi kesehatan melalui telepon dan kunjungan virtual. “Soal gejalanya ya seperti biasa kalau COVID-19, seperti batuk, pilek, panas. Kami minta bantuan untuk patuh 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, menghindari bepergian,” kata dia mengutip rri.co.id, Selasa, 22 Juni 2021.

Anak-anak menyumbang sekitar 12% dari seluruh kasus COVID-19. Hal ini diungkapkan lewat penelitianAmerican Academy of Pediatrics and the Children’s Hospital Association. Tingkat rawat inap untuk anak-anak juga jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Namun, jika anak-anak dirawat di rumah sakit, mereka perlu dirawat di unit perawatan intensif sesering orang dewasa dirawat di rumah sakit. Protokol itu adalah, memakai masker, rajin mencuci tangan, dan membatasi mobilitasi ke luar rumah. “Orang tua diminta untuk tetap di dalam rumah sampai anak dinyatakan sembuh atau negatif,” tulisnya pada Desember 2020 lalu.

Kebanyakan penularan pada anak juga sulit dilacak, meski mereka cenderung subjek pasif ketimbang orang tua atau orang dewasa lain. “Banyak yang memang tertular dari orangtua atau pengasuhnya, tapi ada juga anaknya yang positif, tapi orangtuanya negatif waktu dites,” kata Sutan. Bayi ini diinfokan terinfeksi COVID-19 setelah mengalami gejala sesak napas dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Diketahui kedua orangtua bayi sehari-harinya bekerja sebagai pedagang bakso, meski begitu tidak diinfokan dari mana sumber penularannya. Ini tentunya harus menjadi kewaspadaan para orang tua untuk semakin menguatkan upaya pencegahan di rumah agar anak-anak tidak terpapar Covid-19. Mulai dari semakin disiplin menjalankan kebiasaan hidup bersih dan sehat hingga melibatkan anak dalam melakukan protokol kesehatan 5M.

Selain itu bayi yang tidak memiliki gejala dapat segera dipulangkan dari rumah sakit, tergantung pada kondisinya. Dengan memenuhi persyaratan itu, pasien diizinkan untuk isolasi mandiri. Ia menambahkan, petugas medis juga melakukan fast check atau tes cepat pada ibu bayi dan ternyata nonreaktif. Untuk bapak dan bayi tersebut diteruskan dengan tes swab, yang hasilnya bapak dinyatakan negatif, sedangkan si bayi positif COVID-19. “Upayakan ventilasi udara yang baik untuk pergantian udara dan untuk pengguna kamar mandi diupayakan agar anak yang positif Covid-19 memakai paling akhir dan memberi jarak dengan pemakai berikatnya,” paparnya. Dalam penjelasan yang dibagikan dr. Yogi, disebutkan bahwa umumnya gejala yang anak alami selama terinfeksi akan hilang setelah 14 hari dinyatakan positif.

Bagaimana jika anak balita terkena covid

Untuk mencegah infeksi penyakit ini, pastikan Anda dan keluarga selalu cuci tangan. Tetap di rumah jika tidak ada keperluan, pakai masker saat ke luar rumah, jaga jarak, dan terapkan gaya hidup sehat. Anda harus segera menghubungi dokter atau membawa anak untuk melakukan tes PCR. Tes ini bisa berguna untuk menentukan rencana perawatan berikutnya.

Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium dengan alat PCR untuk tes corona lebih lanjut pada bayi. Di tingkat Puskesmas, dokter dapat melakukan tes dengan perangkat fast test. Jika hasilnya positif, dapat dirujuk untuk uji swab dengan mengambil sampel dari belakang hidung. American Academy of Pediatrics merekomendasikan perawatan khusus untuk bayi baru lahir yang lahir dari wanita diduga atau terkonfirmasi COVID-19.

Artinya, bayi 9 bulan yang dinyatakan positif meninggal karena COVID-19 seperti Fahri dari Kota Mataram masuk dalam data resmi. Tapi, ada ribuan anak yang meninggal dalam standing PDP dan tidak tercatat. Dalam protokol penanganan, keluarga pasien positif COVID-19 harus diperiksa sesegera mungkin demi menelusuri sumber penularan virus.

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak yang terpapar Covid-19, tapi tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala masih bisa menyebarkan virus ke orang lain. Bila harus memakai kamar mandi bersama, upayakan anak yang positif memakai paling akir dan beri jarak dengan pemakai kamar mandi berikutnya. Merawat anak yang menjalani isolasi mandiri di rumah juga tidak bisa sembarangan. Ada empat kriteria yang bisa merawat anak saat isolasi mandiri.

Pembatasan kontak ini bertujuan agar risiko penularan virus corona bisa diminimalkan. Berdasarkan dr. Atika, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk melakukan perawatan di rumah saja, khususnya jika gejala virus corona pada anak masih tergolong ringan. Dengan mengetahui gejala dan ciri-ciri virus corona Situs Bola Online pada bayi dan anak, masyarakat diingatkan pentingnya melakukan pencegahan. Misal jaga jarak dan menghindari kontak fisik yang berisiko penularan, contohnya mencium bayi. Panduan Klinis Tata Laksana COVID-19 pada Anak dari IDAI menjelaskan sejumlah gejala dan ciri-ciri virus corona pada bayi dan anak.

Comments are closed.